artikel, info, Tulisan Guru

SIKAP UMAT ISLAM SAAT GERHANA

Gerhana merupakan sala satu tanda – tanda kebesaran Allah, melalui peristiwa tersebut seorang hamba diharapkan dapat berpikir dan kembali kepada jalan Allah SWT, Namun Banyak yang tidak mengetahui bahkan tidak mau mengetahui hal – hal sunnah yang harus dilakukan umat islam pada saat terjadi gerhana baik gerhana matahari ataupun gerhana bulan, sehingga tidak melakukan apa – apa, biasa – biasa saja, bahkan ada yang berusaha memanfaatkan momen itu untuk foto – foto mengabadikan saat – saat terjadi gerhana. Padahal saat – saat itulah nabi beserta para sahabatnya, selalu melaksanakan sholat gerhana, baik matahari ataupun gerhana bulan.

Rasulullah SAW Bersabda: sesungguhnya matahari dan bulan tidak hilang cahaya keduanya karena mati dan lahirnya seseorang, namun keduanya merupakan tanda – tanda kekuasaan Allah, dengan Allah menanamkan rasa takut kedalam hati hambanya, sehingga ketika terjadi gerhana pada keduanya hendaknya kalian bersiap – siap untuk melaksanakan sholat. (HR. Abu Daud).

Hukum sholat gerhana matahari dan gerhana bulan

Hukum sholat gerhana matahari dan gerhana bulan adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), hal ini sesuai dengan sabda rasulullah SAW: Rasulullah SAW Bersabda: sesungguhnya matahari dan bulan tidak hilang cahaya keduanya karena mati dan lahirnya seseorang, namun keduanya merupakan tanda – tanda kekuasaan Allah, dengan Allah menanamkan rasa takut kedalam hati hambanya, sehingga ketika terjadi gerhana pada keduanya hendaknya kalian bersiap – siap untuk melaksanakan sholat. (HR. Abu Daud).

Waktu pelaksanaan sholat gerhana matahari dan bulan

Waktu pelaksanaannya dimulai sejak awal terjadi gerhana sampai selesai gerhana. Jika ada yang belum selesai melaksanaan sholat sedangkan gerhana matahari atau gerhana bulan telah selesai maka dianjurkan tetap menyelesaikan sholatnya. Begitujuga apabila sholatnya telah selesai dan gerhana masi berlangsung maka tidak dianjurkan untuk mengulangi sholat namun dianjurkan untuk terus berdo’a dan beristigfar kepada Allah.

Tata cara sholat gerhana

Rasulullah SAW bersabda: dari ‘aisaya ra, ia bersabda, “suatu ketika di zaman Rasulullah terjadi gerhana matahari, lalu beliau mengimami sahabatnya, beliau berdidi lama kemudian rukuk dalam waktu yang lama, kemudian bangkit dan kembali berdiri dalam waktu yang lama namun lebih singkat dari yang pertama, kemudian rukuk yang kedua dalam tempo yang lama dan lebih singkat dari ruku yang pertama, kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujudnya, kemudian beliau melakukan gerakan pada rakaat kedua seperti gerakan pada rakaat pertama, lalu beliau mengakhiri sholatnya tatkala matahari sudah terlihat. Kemuadian beliau berkhutbahdimulai dengan memuji Allah SWT lalu berkata, “sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua diantara tanda – tanda kebesaran Allah, tidak terjadi gerhana pada keduanya karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kamu melihat gerhana keduanya maka segerahlah kalian berdo’a kepada Allah, bertakbir, sholat dan banyak bersedekah” (HR.Bukhari).

Berdasarkan hadits diatas maka jika terjadi gerhana matahari atau bulan maka:

  • memaggil dan mengumpulkan kaum muslimin untuk melaksanakan sholat dengan ungkapan “Ashshalaatu jaamiah” (marilah sekalian mendirikan sholat).
  • Jika kaum muslimin telah berkumpul maka salah seornag maju mengimami sholat dua rakaat yang panjang, mengeraskan bacaannya.
  • pada rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan surat panjang,
  • ruku dan memperpanjang ruku,
  • kemudian bangkit dari ruku sambil mengucapkan “samiallahu liman hamidah, rabbana wa lakal hamdu, (dengan posisi kembali seperti semula),
  • kemudian membaca Al-Fatihah dan surat aga pendek dari yang pertama,
  • kemudian kembali ruku tapi agak singkat dari yang pertama,
  • lalu bangkit kembali dari ruku sambil mengucapkan “samiallahu liman hamidah, rabbana wa lakal hamdu,
  • setelah itu sujut dengan lama dua kali dan diselingi duduk diantara dua sujud yang lama,
  • kemudian bangkit sambil bertakbir untuk melaksanakan rakaat yang kedua seperti pada rakaat yang pertama, namun ruku dan sujut pada rakaat kedua lebih singkat dari ruku dan sujud pada rakaat pertama,
  • kemudian duduk tahyat akhir lalu salam.

Demikian sholat gerhana yang harus dikerjakan umat muslim sebagai sunnah nabi yang sangat dianjurkan, ketika terjadi gerhana baik itu matahari atau gerhana bulan.

oleh: Zubair Pakro (sumber: buku fiqih ibadah bergambar karangan Dr. Abdullah Bahammam)

About MTsN KALABAHI

salah satu sekolah di kota kalabahi kabupaten alor yang terus berbenah dan merubah diri hingga prestasi yang terbaik...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikut di Twitter

klik suka ya….

%d blogger menyukai ini: