artikel

Memilih Pemimpin

Bursa calon gubernur profinsi Nusa Tenggara Timur kembali menghangat seiring semakin dekat dengan waktu kampanye. Berbagai spekulasi muncul berkaitan dengan jabatan paling prestisius tersebut. Dan tentu saja tim sukses dari masing-masing kubu bekerja ekstra sibuk. Dan saat menghadapi persoalan sensitif seperti ini tak jarang menimbulkan ketegangan. Maklum, menjadi orang nomor satu di NTT adalah impian setiap politikus di NTT khususnya. Disadari atau tidak, sampai saat ini sebagian orang masih menganggap bahwa kekuasaan adalah segalanya.

Bahkan isu mutasi besar besaran di kalangan Kementerian Agama profinsi NTT juga menjadi semakin hangat jadi perbincangan khususnya di kab. Alor yang katanya sebagai area panas dan rawan konflik,
Beberapa jabatan menjadi incaran, sehingga timbul juga kubu-kubu pendukung yang masing-masing menginginkan dukungan nya sebagai pemimpin…. Yang di hawatirkan ada usaha-usaha untuk mendapatkan jabatan itu yang melanggar aturan dari Allah dan rasulnya juga menyakiti pihak lain.
tentunya semua itu tidak akan terjadi kalau seluruh personil yang bernaung di Kementerian Agama yang katanya mengerti dan memahami ajaran agamanya dapat mengaplikasikan ajran agamanya yang suci dan mulia itu khususnya dalam masalah ini….. memilih pemimpin dengam kreteria yang di anjurkan oleh Nabi Muhammad SAW bukan mengikuti hawa nafsu, bukan karena keluarga, bukan karean suku, apalagi untuk kepentingan – kepentingan pribadi masing-masing pemilihnya….

Kekuasaan sering membuat orang lupa diri. Menganggap diri lebih hebat dari orang lain, sehingga merasa sah-sah saja menekan dan mendikte, meneror bahkan mengancam pesaing atau malah memberangus rakyatnya sendiri. Sampai-sampai ketika tidak berkuasa pun akan terkena penyakit post power syndrome. Dan inilah pemandangan yang selalu bisa kita lihat baik melalui kacamata sejarah atau menyaksikan langsung perilaku para penguasa dan agen-agennya.
Dalam diri manusia memang berkembang perasaan hubbussyiyadah (cinta kekuasaan) sebagai perwujudan dari gharizah al baqa (naluri mempertahankan diri) karena selalu ingin dianggap eksis dalam kehidupannya. Hal ini wajar selama masih dalam frame yang benar. Namun, bila ternyata cinta kekuasaannya itu sangat tinggi sehingga menguasai jiwa dan pikirannya, ini sangat berbahaya.
Maka wajar saja bila Rasulullah selalu mewasiatkan takwa kepada para calon pemimpin yang akan mengemban tugas kekuasaannya. Karena memang kekuasaan itu cenderung akan membawa orang kepada tindakan sewenang-wenang. Nilai takwa inilah yang nantinya bakal mampu meredam segala tindakan yang menyalahgunakan kekuasaan, untuk kemudian seenaknya berperilaku, dari mulai korupsi, kolusi sampai memeras dan memakan harta rakyat.
Kekuasaan itu baru akan benar-benar teruji dan terbuktikan kekuatan atau kelemahannya ketika terjadi segala bencana yang mendera negerinya. Apakah bisa mengatasi semua malapetaka itu atau malah dengan sengaja menciptakan huru-hara? Mencipatakan kedamaian atau menyulut kekerasan? Mengkondisikan kesejahteraan atau membuat kesenjangan? Ini memang tak lebih dari political game yang diperankan penguasa dan para pesaingnya untuk saling menjatuhkan.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz, saat melakukan pengontrolan di Baitul Mal pernah menutup hidungnya karena bau minyak kesturi yang menyebar di ruangan itu. Melihat sikap khalifah yang seperti itu, petugas baitul mal penasaran dan bertanya kepada khalifah. “Wahai khalifah, apakah gerangan yang membuat engkau seperti itu?” Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata, “Harta di baitul mal ini adalah milik rakyatku. Dan aku tidak ingin memakan harta rakyatku, walau hanya dengan mencium wangi minyak ini.”

Begitulah salah satu sikap khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam memegang amanah kekuasaannya, yang tentu saja sulit mendapatkan modelnya pada pemimpin sekarang ini, yang cenderung menjadikan kekuasaan sebagai alat memperkaya diri dan mencekik orang lain, termasuk rakyatnya sendiri.

Padahal seharusnya para pemimpin itu melindungi dan mengayomi rakyatnya. Rasulullah SAW. bersabda:
“Sesungguhnya imam (pemimpin) itu adalah laksana perisai, dimana orang-orang akan berperang di belakangnya dan menjadikannya sebagai pelindung (bagi dirinya).” (H.R. Muslim dari Al A’raj dari Abu Hurairah).

Jadi jelas, seorang pemimpin yang betul-betul menjaga dan mempertanggung jawabkan amanat kekuasaannya ia akan melaksanakan kewajiban mengemban amanat itu dengan sungguh-sungguh dan menjadi pelindung rakyatnya dalam segala hal.

Rasulullah SAW. pernah memberi nasihat kepada Muadz bin Jabal dan Abi Musa Al Asy’ari ketika mereka diangkat jadi wali, “Kalian berdua harus bisa menyampaikan kabar yang menyenangkan, dan bukannya kabar yang menyedihkan. Kalian juga harus menyampaikan kabar gembira dan bukannya menjadikan mereka (rakyat) jera.” (H.R. Bukhari)

Kita jadi bertanya, apakah kondisi sekarang ini sudah sesuai yang dianjurkan Rasulullah SAW? Kalau belum, kita sama-sama harus muhasabah lil hukam (mengoreksi penguasa)

Sampai saat ini sebagian dari kaum Muslimin masih ada yang peduli terhadap calon pemimpinnya, sehingga sebelum menjatuhkan pilihan kepada salah satu calon pemimpin negeri ini mereka mempertimbangkan banyak hal. Termasuk masalah kepemimpinan wanita. Meski terbagi ke dalam dua kubu, yakni antara pro dan kontra. Ini menunjukkan sebuah kepedulian dari sebagian kaum Muslimin.

Dalam Islam, menjadi pemimpin bukan perkara yang mudah. Tentu saja karena harus memenuhi beberapa kriteria. Baik itu kriteria mutlak atau tambahan. Syarat mutlak seorang pemimpin dalam Islam adalah muslim, laki-laki, baligh, berakal, merdeka, adil, dan berkemampuan.

Beberapa kriteria tersebut cukup untuk menjaring calon pemimpin unggulan. Dan mengingat seorang pemimpin dalam pandangan Islam adalah manusia yang paling bertanggung jawab terhadap rakyat yang dipimpinnya, maka konsekuensi logisnya adalah harus dipilih calon pemimpin yang handal dan kapabel berdasarkan syarat-syarat tersebut di atas. Sabda Rasulullah saw: “Pemimpin akan ditanya tentang rakyat yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Juga harus dipahami oleh kaum Muslimin bahwa syarat-syarat calon pemimpin tersebut adalah syarat yang harus dipenuhi. Sebagai seorang Muslim kita harus tunduk dan patuh terhadap ajaran Islam yang diturunkan Allah dan dibawa oleh baginda Nabi Muhammad saw. Dengan demikian, dalam hal memilih pemimpin pun kita harus mengembalikan kepada ajaran Islam. Tidak boleh berdasarkan akal atau hawa nafsu kita semata yang tidak mengikuti tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Kita harus menyadari bahwa keberadaan kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Firman Allah “Tidaklah Aku ciptakan Jin dan manusia kecuali untuk ibadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56). Menjadikan Allah sebagai pencipta dan dzat yang disembah, maka logikanya adalah melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Ini adalah konsekuensi logis dari pengabdian kita kepada Allah swt.

“Adalah Rasulullah SAW. apabila mengangkat pimpinan suatu kesatuan pasukan dan dinas-dinas rahasia, maka beliau menasihati, khusus kepada pimpinan itu, dengan nasihat takwa kepada Allah serta berlaku baik kepada kaum muslimin yang menyertai mereka.” (H.R. Imam Muslim).

Memilih pemimpin termasuk menentukan masa depan kita. Sedikit saja kita melakukan kesalahan, maka alamat fatal yang kita terima. Kesalahan kita itu harus dibayar mahal dengan pengorbanan yang mungkin adalah kesia-siaan. Dengan demikian, harus pandai memilih dan memilah calon pemimpin kita. Tentu saja, mereka harus memenuhi syarat-syarat di atas. Firman Allah: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat baik dan membantu sanak kerabat. Dan mencegah dari kekejian dan kemungkaran dan aniaya (melampaui batas). Allah menasihati kamu supaya kamu ingat. (QS. An-Nahl; 90).

Akhirnya baik pemilihan gubernur ataupun pemilihan pemimpin yang lainnya harus mempertimbangkan kreteria dan aturan dari Allah SWT dan Rasul Nya Muhammad SAW….

Semoga kita masih peduli dengan masa depan Islam dan kaum Muslimin. Berpikir jernih dan mendalam sangat diperlukan kaum Muslimin sebelum menjatuhkan pilihannya. Bagaimana pun juga keputusan itu akan membawa dampak yang besar bagi kehidupan kaum Muslimin, khususnya di negeri ini….

About MTsN KALABAHI

salah satu sekolah di kota kalabahi kabupaten alor yang terus berbenah dan merubah diri hingga prestasi yang terbaik...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikut di Twitter

klik suka ya….

%d blogger menyukai ini: