artikel, BHS. ARAB, Tulisan Guru

Renungan di hari Ibu

sPohon, adalah salah satu benda yang hampir kita temui setiap hari.  Coba kita perhatikan dari ujung sampai ke bawah.  Daun tumbuh dengan hijaunya,berkembang hingga menjadi dahan dan ranting.  Batang tumbuh dengan kokohnya, menjadi media pengatur subsidi bahan makanan ke semua area yang ada di pohon itu.  Dan terakhir adalah akar.  Berfungsi mencari sumber makanan, dan menjaga agar pohon tetap berdiri dengan kokohnya.

Namun sayang, akar selalu berada dalam tanah, tempat yang tersembunyi.  Seakan tidak ingin kelihatan oleh siapapun tentang apa yang dilakukannya.  Tidak ingin ada yang mengetahui bagaimana dengan penuh kasih sayangnya dia menjaga kelangsungan hidup pohon tersebut.

Begitulah gambaran kasih ibu.  Tidak pernah ingin terlihat wajah letihnya ketika mengandung, apalagi pada masa-masa penghujung akan melahirkan.  Padahal Al-Qur’an sendiri memngtakannya dengan wahnan ‘ala wahni’ (susah yang benar-benar susah).  Tidak ingin terdengar jeritannya ketika akan melahirkan, bahkan nyawa siap dipertaruhkan jika ada pilihan antara jiwanya dan jiwa calon anaknya.  Ketika sudah terlahir, dia menjaga anaknya dengan penuh kasih sayang.  Mendidik anaknya yang masih kecil dengan pesan-pesan kebaikan lewat tutur dan sikapnya.  Tidak ingin tangisan anaknya terdengar di malam hari, maka dia akan tetap berdiri dengan gendongannya sekalipun kakinya letih dan matanya menahan kantuk.

Ketika tumbuh remaja, ibu berusaha untuk tidak mengeluarkan airmata karena ulah anaknya.  Selalu menjaga kepulangan anaknya walau telah larut.  Mendoakan anaknya ketika bepergian, agar diselamatkan hingga kembali nantinya.  Berusaha memenuhi kebutuhan anaknya, entah bagaimana caranya.  Sementara anaknya tidak pernah peduli akan kondisi ibunya, yang dipikirkan adalah keinginannya terpenuhi.

Kawan…

Tidak pernah selesai jika kita membicarakan sosok ini, ibu.  Kasihnya sepanjang masa, tak berharap bayaran.  Tidak pernah terbetik dalam dirinya, niat untuk mendapatkan bayaran dari pengasuhan dan pendidikannya.  Yang ada dalam hatinya, adalah keinginan agar anaknya dapat tumbuh dengan sehat, baik fisik maupun mental.  Menghidupkan suasanya dalam rumahnya walau dengan tangisan kecilnya.  Berharap ketika remaja anaknya mampu menjadi seperti Ismail.  Yang selalu menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan ketaatannya.  Ibupun mengharapkan anaknya tumbuh dewasa seperti anak-anak Ya’qub, yang siap mewariskan apa-apa yang pernah diajarkan oleh orangtuanya semasa dalam pengasuhan.  Ibu,mendidik anaknya dengan kasih sayangnya yang sempurna, berharap agar di masa tuanya ada tempat untuk bersandar yaitu anak-anaknya.

Bagaimana seorang ibu akan bangga dengan anak-anaknya yang pernah dikandung, dilahirkan dan dibesarkan manakala masa tuanya hanya ditemani oleh tongkatnya sementara anak-anaknya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.  Mungkinkah seorang ibu akan bahagia, ketika tangannya tidak mampu untuk bergerak, dia disuapi oleh baby sitter di ruang belakang.  Sementara anaknya bercanda bersama di ruang tengah.

Kita tidak pernah tahu, kapan kita akan berpisah dengannya untuk selamanya.  Entah siapa yang lebih dahulu, tapi yang paling penting adalah bakti anak untuknya.  Di masa tuanya, dia tidak pernah meminta makan sekalipun lapar.  Tidak pernah meminta minum walaupun haus.  Jangan biarkan masa tuanya berjalan dengan kesendirian, apalagi meninggalkan alam ini tanpa ada anak-anaknya disampingnya.

Apa yang akan dibanggakan dari gelar,kedudukan dan prestasi yang diraih,,selain ungkapan syukur dan terimakasih pada sosok yang kini telah keriput dimakan usia?

Jangan biarkan waktu lebih dulu menjemputnya,,selama masih ada kesemptan untuk membalas tetesan airmatanya,,juga tenagany ketika bergadang menemani anaknya yang tak mau tidur di tengah mlam..

Jangan sekali-kali menyakitinya dengan ucapan kasar maupun halus…

Jika dia telah pergi, jangan berhenti sampaikan doa untuknya.  Bahagianya adalah, anaknya selalu mendoakan baik ketika masih hidup maupun telah tiada.

Selamat Hari Ibu.

By raspa

About MTsN KALABAHI

salah satu sekolah di kota kalabahi kabupaten alor yang terus berbenah dan merubah diri hingga prestasi yang terbaik...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikut di Twitter

klik suka ya….

%d blogger menyukai ini: